Beritaterheboh.com - Aktris senior, Ratna Sarumpaet beberapa waktu belakangan menjadi perhatian publik lantaran cuitannya di media sosial.
Selain aktif di dunia seni, Ratna memang kerap disibukkan dengan kegiatannya sebagai aktivis.
Ratna juga sering melontarkan kritikan tajam kepada pemerintah baik secara langsung berupa aksi maupun melalui media sosial.
Seperti yang baru-baru ini ia lakukan, Ratna diketahui menuliskan cuitan bernada sentilan kepada salah satu partai yang sedang berkuasa sekarang, PDIP.
Tak hanya PDIP, Ratna juga menuliskan cuitan tersebut dengan ikut menandai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Hal itu lantaran dirinya merasa geram dengan sebuah kasus yang baru saja terjadi mengenai tewasnya dua anak pada kegiatan pembagian sembako di Monas.
Cuitan tersebut merupakan respon Ratna dari sebuah unggahan pengguna Twitter yang memiliki akun @RajaPurwa.
Akun tersebut membagikan sebuah artikel dari portal berita online mengenai kejadian tersebut.
Ia juga menuliskan caption singkat yang bernada kemarahan.
Innalillahi wa innailaihi Rojiun
Kalian biadab!
Dua Anak Tewas dalam Pembagian Sembako di Monas
Ratna pun lantas merespon cuitan tersebut dengan menuliskan balasan serta caption panjang.
Caption panjang tersebut seolah ia tujukan kepada PDIP dan juga Presiden Jokowi.
Partai Banteng Bermoncong Putih itu / PDIP harusnya malu.
Mereka membiarkan Kadernya menari-nari diatas kemiskinan Rakyat yang secara sitemik mereka miskinkan.
Demi nafsu kekuasaan 2 anak meninggal d republik ini bungkam termasuk Presiden @jokowi dan pimpinan @PDI_Perjuangan
Sandiaga Sebut Dua Anak Tewas Akibat Bagi-bagi Sembako, Polisi : Mereka Bukan Peserta AcaraPartai Banteng Bermoncong Putih itu / PDIP harusnya malu. Mereka membiarkan Kadernya menari-nari diatas kemiskinan Rakyat yang secara sitemik mereka miskinkan. Demi nafsu kekuasaan 2 anak meninggal d republik ini bungkam termasuk Presiden @jokowi dan pimpinan @PDI_Perjuangan https://t.co/3EqZSSv0JR— Ratna Sarumpaet (@RatnaSpaet) 1 Mei 2018
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut, dua anak tewas akibat acara bagi-bagi sembako, yang digelar di Monas, Sabtu (28/4/2018) kemarin.
"Adinda Rizki, bersama dengan Mahesha Janaedi, harus kehilangan nyawa karena berdesak-desakan," kata Sandiaga, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/4/2018).
Dilansir dari Kompas.com, Sandiaga menyebut, penyebab kematian keduanya pada Sabtu telah diinvestigasi.
Mahesa yang berusia 10 tahun, dan Adinda yang berusia 12 tahun, tinggal berdekatan di Pademangan, Jakarta Utara.
Mereka dikerahkan oleh pihak RW-nya, untuk datang ke acara itu.
"Kita akan berkoordinasi sama kepolisian," ujar Sandiaga.
Acara bagi-bagi sembako di Monas itu digelar Forum Untukmu Indonesia.
Ratusan ribu massa hadir ke Monas sejak Sabtu pagi, untuk mengambil sembako dan makan gratis.
Kawasan sekitar Monas menjadi macet, semrawut, dan kotor, akibat acara tersebut.
Lain halnya dengan Sandiaga, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, bocah lelaki bernama MJ (13) yang meninggal di sekitar Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu (28/4/2018) bukanlah peserta acara bagi-bagi sembako yang digelar Forum Untukmu Indonesia.
"Ada ditemukan orang pingsan di pinggir jalan, tetapi bukan peserta acara. Pingsan terus meninggal," ujar Argo saat dihubungi, Senin (30/4/2018).
Argo melanjutkan, MJ ditemukan pingsan di luar pagar Monas tepatnya di seberang Mabes Angkatan Darat, Jalan Merdeka Utara, Sabtu sekitar pukul 14.56.
"Saat ditemukan, korban sudah tidak sadarkan diri. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Tarakan menjalani perawatan," katanya.
Di RSUD Tarakan, lanjut Argo, suhu tubuh MJ sangat tinggi dan mengalami dehidrasi.
Setelah menjalani perawatan selama beberapa jam, MJ dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.40.
Respon pedas netizen:
— Wawan74 (@Wawan746) 1 Mei 2018. .
. .Bila ketololan merasuki fikiran hati jadi busuk. pic.twitter.com/BODS1YeAM6— Pengensadar🚏 (@ArSunantoaris) 1 Mei 2018
. .Silahkan nilai sendiri,betapa buruknya pic.twitter.com/BRm63t4jyX— Adil Ka'talino (@Dinsamanaza) 1 Mei 2018
. .Punya bukti klo acara tsb diselenggarakan oleh parpol? Krn sudah di bantah oleh panitia melalui release resmi? Kemudian soal korban, salah 1 korban faktanya tdk berhubungan dgn acara tsb. pic.twitter.com/ndYGFcs2fM— Delano J. Muntu (@delanomuntu) 1 Mei 2018
Dulu BLT berdesak desakan mati banyak kok diam?— Sandradi Halim (@SandradiHalim) 1 Mei 2018
Apakah Ratna Sarumpaet ingat korban BLT yang tewas?
Inilah Para Korban BLT 2005
https://nasional.kompas.com/read/2008/05/20/14002669/inilah.para.korban.blt.2005
Lelah Mengantre, Gondo Tewas
ICW: Hentikan BLT!
Beritaterheboh.com
from Berita Heboh https://ift.tt/2w2It3p
via IFTTT
