Beritaterheboh.com - Aksi demo peringatan Hari Buruh Internasional tak sepenuhnya berjalan lancar. Sebab, aksi di kawasan Monumen Nasional (Monas) malah terjadi kericuhan.
Ironisnya, aksi adu jotos dan bogem mentah itu terjadi antar sesama buruh yang ikut dalam aksi tersebut.
Tak hanya memakai tangan kosong dan tendangan, adu jago itu juga menggunakan tongkat bendera.
Kericuhan itu sendiri terjadi tepat di depan Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Beruntung, aksi adu jotos itu tak berlangsung lama dan membuyarkan aksi.
Sebab, berselang sekitar lima menit kemudian, adu jotos itu bisa dihentikan oleh sesama buruh lainnya.
Entah apa penyebab kericuhan itu sampai terjadi.
Namun, salah satu buruh mengklaim kericuhan itu disebabkan adanya orang tak dikenal masuk ke dalam barisan buruh.
Selanjutnya, para buruh pun saling curiga dan saling tuduh hingga berujung adu bogem.
Terpisah, Mabes Polri mengklaim jalannya aksi Hari Buruh di berbagai kota hingga sore ini berjalan lancar dan kondusif.
Demikian disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (1/5/2018).
“Saya ucapkan terima kasih pada rekan-rekan buruh yang sudah melaksanakan dengan tertib,” katanya.
Dia berharap, aksi buruh ini bisa berjalan aman dan tertib hingga selesai.
“Saya harapkan sampai dengan selesai nanti bisa berlangsung dengan tetap aman dan tertib,” tuturnya.
Setyo menambahkan, peringatan May Day berjalan lancar berkat para pimpinan buruh bekerjasama baik dengan aparat Kepolisian sebagai pengamanan.
Namun demikian, dia tetap mengingatkan bahwa sesuai peraturan perundang-undangan, unjuk rasa memiliki batas waktu.
Setyo juga mengimbau agar para buruh untuk tidak memasuki wilayah Istana Negara.
“Kalau masuk Istana kan ndak boleh, kita ada aturannya. Kita sama-sama menghormati, itu sebagai simbol negara,” tegasnya.(pojoksatu.id)
from Berita Heboh https://ift.tt/2I3HvZD
via IFTTT
