Senin, 28 Januari 2019

Maksud Hati Ikutan Nyinyir Soal Menkeu Ibu SMI, Hanum Rais Kena Skakmat Warganet Seret Nama Ratna Sarumpaet


Beritaterheboh.com - Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyebut utang pemerintah terus menumpuk. Sehingga, Prabowo menegaskan jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan (Menkeu) tapi diganti Menteri Pencetak Utang.

Menanggapi itu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nufransa Wira Sakti mengatakan, hal tersebut menciderai perasaan pegawai yang bekerja di Kemenkeu.

"Apa yang disampaikan oleh Calon Presiden Prabowo: 'Jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan (Menkeu), melainkan diganti jadi Menteri Pencetak Utang', sangat menciderai perasaan kami yang bekerja di Kementerian Keuangan," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (27/1/2019).


Dia menerangkan, Kementerian Keuangan merupakan institusi negara. Sehingga, tak sepantasnya dihina maupun diolok-olok.


"Kementerian Keuangan adalah sebuah institusi negara yang penamaan, tugas dan fungsinya diatur oleh Undang-undang. Siapapun tidak sepantasnya melakukan penghinaan atau mengolok-olok nama sebuah institusi negara yang dilindungi oleh Undang-undang, apalagi seorang Calon Presiden," paparnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan, pengelolaan utang diatur dalam undang-undang dan dengan persetujuan DPR. Lalu, dibahas secara mendalam dan teliti.

"Utang adalah bagian dari pembiayaan yang merupakan bagian dari kebijakan fiskal (APBN). Kebijakan fiskal dan APBN adalah alat untuk menjaga perekonomian dan alat untuk memakmurkan rakyat dan mencapai tujuan bernegara," ujarnya.


"APBN dituangkan dalam UU yang merupakan produk bersama antara pemerintah dan semua partai yang berada di DPR," tambahnya.

Untuk diketahui, Prabowo sebelumnya mengkritik keras soal utang. Sebab, utang pemerintah terus menumpuk.

Lalu, Prabowo menegaskan, jangan lagi ada penyebutan Menkeu melainkan diganti Menteri Pencetak Utang.

"Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain," ujar Prabowo dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2019).

Persoalan ini pun bergulir menjadi bahasan dan saling lempar sattemen dari masing-masing kubu. Tak mau kalah akun Hanum Rais pun ikut berkomentar denga nmenuliskan caption,

Mengkritik menteri dilarang. Dianggap menghina. Namun ada yg menghina akal sehat rakyat Indonesia selama lebih dr 4 tahun dibiarkan, dibolehkan bahkan dianjurkan utk diperpanjang. Berilah keadilan untuk otak dan hati kita. Salam akal sehat. Cc in ke Bapak Akal Sehat Indonesia :)

Sontak saja cuitan Hanum Rais kemudian menjadi boomerang karena netizen ramai-ramai membahasnya dengan mengingatkan pada kasus Ratna Sarumpaet


. .
. .
. .
. .
. .
. .


Beritaterheboh.com/source: detik.com

from Berita Heboh http://bit.ly/2CTvjWV
via IFTTT